Tampilkan postingan dengan label Business Presentation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business Presentation. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2015

Jenis surat bisnis

Contoh format surat bisnis. Surat bisnis adalah bentuk/jenis surat yang digunakan dalam lingkup bisnis/dunia kerja. Surat bisnis merupakan jenis surat formal yang dibuat untuk beragam keperluan dalam lingkup dunia bisnis.
Ada banyak sekali jenis-jenis surat bisnis, seperti surat lamaran kerja, surat perjanjian kerjasama, surat perjanjian tender proyek, surat perjanjian sewa menyewa dan lain sebagainya. Surat-surat tersebut masuk dalam kategori jenis surat bisnis karena dasar penerbitannya adalah untuk urusan bisnis.
Selain beberapa jenis surat bisnis yang saya sebutkan diatas, masih terdapat sekian banyak jenis-jenis surat bisnis lainnya, dan buat anda yang sedang mencari contoh surat bisnis untuk anda pergunakan sesuai kebutuhan anda, dibawah ini merupakan beberapa jenis dan contoh surat bisnis.


Contoh surat bisnis 1
Contoh surat bisnis 2
Contoh surat bisnis 3
Contoh surat bisnis 4
Contoh surat bisnis 5
Contoh surat bisnis 6
Contoh surat bisnis 7
Ketujuh surat diatas merupakan contoh surat yang tergolong sebagai jenis surat bisnis berdasarkan sifat, keperluan dan kegunaannya.
Sumber : http://www.formatsurat.com

Membuat surat bisnis

Secara garis besar suatu surat dapat dikatakan baik apabila memenuhi kriteria berikut ini:
a. Surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar, yaitu: 
- Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk surat) tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang telah ditentukan.
- Pengetikan suratbenar, jelas, bersih, dan rapi, dengan format yang menarik.
- Pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum.

b. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Hal ini dimaksudkan agar penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat, tidak ragu-ragu dan pengirim pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang dikehendaki.



c. Bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, baik mengenai pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif. Bahasa surat juga harus wajar, logis, hemat kata, cermat dalam pemilihan kata, sopan, dan menarik. Nada surat harus hormat, sopan dan simpatik. Sedapat mungkin hindari pemakaian bahasa asing yang padanannya sudah ada dalam bahasa Indonesia. 

Untuk menyusun surat yang baik, penulis harus mengindahkan hal-hal berikut: 
1.  Menetapkan lebih dahulu maksud surat, yaitu pokok pembicaraan yang ingin disampaikan kepada penerima surat, apakah itu berupa pemberitahuan, pernyataan, pertanyaan, permintaan, laporan atau hal lain.
2.   Menetapkan urutan masalah yang akan dituliskan.
3. Merumuskan pokok pembicaraan itu satu persatu secara runtut, logis, teratur dengan menggunakan kalimat dan ungkapan yang menarik, segar, sopan, dan mudah ditangkap pembaca.
4.  Menghindarkan sejauh mungkin penggunaan singkatan kata atau akronim, lebih-lebih yang tidak biasa atau singkatan bentuk sendiri.
5.   Memperhatikan dan menguasai bentuk surat dan penulisan bagian-bagiannya.
      6.   Mengikuti pedoman penulisan ejaan dan tanda baca sebagaimana digariskan oleh Pedoman 

Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia.

Syarat lain yang harus dipenuhi dalam menyusun surat yang baik ialah
a. memahami kedudukan masalah yang dikemukakan;
b. memahami peraturan-peraturan yang terkait dengan masalah itu;
c. mengetahui posisi dan bidang tugasnya;

d. hal-hal yang terkait dengan ketatausahaan.


 Sumber : http://arsipsuratku.blogspot.co.id/2013/10/syarat-penulisan-surat-yang-baik.html